Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Take the road less travelled on this trip through Guatemala, Honduras, Nicaragua and Costa Rica, Save 15%
Rp 11,742.000 -
Rp 15,422.000
Berita Lain
-
Rabu, 21/11/2012 14:37 WIB
Sticky, Permen Tradisional Handmade yang Unik -
Rabu, 21/11/2012 10:05 WIB
Risoles Kriuk Diminati Warga Mancanegara -
Rabu, 21/11/2012 09:20 WIB
Sensasi Renyah dan Lembut Risoles Kriuk -
Jumat, 09/11/2012 12:37 WIB
Sensasi Panas Dingin Es Krim Goreng -
Rabu, 07/11/2012 08:19 WIB
Stroop Wafel, Camilan Manis Khas Belanda -
Selasa, 04/09/2012 09:05 WIB
Dingin-dingin Kenyal Mochi Isi Es Krim
Indeks Berita
Forum Bandung
Rabu, 14/07/2010 12:19 WIB
Pembuatan Rumit, Pedagang Bola Obi Jarang Ditemukan
Ditta Aditya Pratama - detikBandung
Bandung -
Tidak seperti jajanan lainnya yang mudah dibuat oleh semua orang, jajanan Bola Obi termasuk rumit sekaligus unik. Hal itulah yang membuat pedagang jajanan Bola Obi di Bandung memang terbilang langka alias jarang ditemukan. Perlu alat khusus untuk menekan-nekan sang adonan ketika masih di wajan. Bentuknya mirip seperti centong nasi.
Adonan bola obi yang masih mentah ibarat candil yang biasa dijadikan kolak. Ketika mulai diceburkan ke dalam wajan panas berminyak, barulah proses sebenarnya dimulai. Dede dan Odas, seorang temannya, mulai menekan-nekan sang adonan hingga mengembang. Adonan ditekan terus hingga sebesar jeruk. Tidak bisa lebih besar lagi.
"Meskipun tahu resepnya, tapi kalau nggak tahu cara buatnya, gak bakal jadi. Bikin ngembangnya yang sulit," ujar Dede Supriatna (49), penjual Kue Bola Obi. "Ada juga pesaing yang sudah jualan Bola Obi, tapi rasanya lain," tambahnya.
Bola Obi yang sudah matang,jika didiamkan selama 3 jam akan menjadi kempes. Tetapi Dede menjamin tidak terlalu mengubah rasa. Tapi kalau mau jadi bulat lagi, boleh digoreng. Tentu tidak akan membulat sempurna ketika baru dibeli. Setidaknya, bisa jadi renyah lagi.
"Kalau sudah di rumah, bisa tahan sampai 5 hari," jamin Dede. "Kalau sudah kempes dan tidak renyah, goreng saja," ungkap Dede yang mengaku, tidak pernah menggoreng Bola Obi di gerobaknya jika sudah kempes. "Kita disini menjaga kualitas. Kalau sudah digoreng lagi, rasanya jadi sedikit beda," tuturnya.
Sehari-harinya, Dede berjualan hingga dari maghrib, sekitar pukul 18.30 hingga tengah malam. Kalau sudah habis, tentu tutup duluan. Kadang tidak habis, terpaksa sisanya dibawa pulang. Kalau sedang musim liburan, Dede bisa membuat 2 kali lipat. Apalagi lebaran, Dede bisa membuat adonan hingga 3 kali lipat.
"Pernah ada yang beli lebaran kemarin hingga 150 Kue sekali beli. Tapi kalau bukan lebaran, paling banyak 50 sampe 100 sekali beli," tutup Dede yang mengakui kue Bola Obinya sampai digemari almarhum Harry Roesli.
Pedagang Bola Obi dapat ditemukan di Dalem Kaum, Gardujati, Paskal Hypersquare, dan Kepatihan.
(tya/bbn)
Pembuatan Rumit, Pedagang Bola Obi Jarang Ditemukan
Ditta Aditya Pratama - detikBandung
Foto Terkait
Adonan bola obi yang masih mentah ibarat candil yang biasa dijadikan kolak. Ketika mulai diceburkan ke dalam wajan panas berminyak, barulah proses sebenarnya dimulai. Dede dan Odas, seorang temannya, mulai menekan-nekan sang adonan hingga mengembang. Adonan ditekan terus hingga sebesar jeruk. Tidak bisa lebih besar lagi.
"Meskipun tahu resepnya, tapi kalau nggak tahu cara buatnya, gak bakal jadi. Bikin ngembangnya yang sulit," ujar Dede Supriatna (49), penjual Kue Bola Obi. "Ada juga pesaing yang sudah jualan Bola Obi, tapi rasanya lain," tambahnya.
Bola Obi yang sudah matang,jika didiamkan selama 3 jam akan menjadi kempes. Tetapi Dede menjamin tidak terlalu mengubah rasa. Tapi kalau mau jadi bulat lagi, boleh digoreng. Tentu tidak akan membulat sempurna ketika baru dibeli. Setidaknya, bisa jadi renyah lagi.
"Kalau sudah di rumah, bisa tahan sampai 5 hari," jamin Dede. "Kalau sudah kempes dan tidak renyah, goreng saja," ungkap Dede yang mengaku, tidak pernah menggoreng Bola Obi di gerobaknya jika sudah kempes. "Kita disini menjaga kualitas. Kalau sudah digoreng lagi, rasanya jadi sedikit beda," tuturnya.
Sehari-harinya, Dede berjualan hingga dari maghrib, sekitar pukul 18.30 hingga tengah malam. Kalau sudah habis, tentu tutup duluan. Kadang tidak habis, terpaksa sisanya dibawa pulang. Kalau sedang musim liburan, Dede bisa membuat 2 kali lipat. Apalagi lebaran, Dede bisa membuat adonan hingga 3 kali lipat.
"Pernah ada yang beli lebaran kemarin hingga 150 Kue sekali beli. Tapi kalau bukan lebaran, paling banyak 50 sampe 100 sekali beli," tutup Dede yang mengakui kue Bola Obinya sampai digemari almarhum Harry Roesli.
Pedagang Bola Obi dapat ditemukan di Dalem Kaum, Gardujati, Paskal Hypersquare, dan Kepatihan.
(tya/bbn)



Sending your message
