Senin, 26/04/2010 09:36 WIB

Helm Tengkorak, Dibuat Timbul Jadi Makin Hidup video

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Helm seram buatan Eddy Gumilar (50) mayoritas berdesain tengkorak. Namun, tampilan yang tersedia variatif. Agar tengkorak itu terlihat hidup, Eddy punya cara tersendiri.

"Lekuk serta detail ukiran tengkorak kepala dibuat timbul. Ya, seperti layaknya membuat topeng atau patung dari tanah liat. Jadi bukan digambar atau dilukis dengan
cat," terang Eddy saat berbincang bersama detikbandung.

Wajah tengkorak itu, dibuat dari resin. Saat proses pembuatan, ia terlebih dahulu membuat karakter tengkorak dengan menggunakan dempul. Setelah rampung layaknya patung, lalu dibaluri merata dengan cairan karet.

"Nah, bila sudah kering, karet itu membentuk jiplakan tengkorak. Kemudian karet diberi resin dan serabut fiber agar hasilnya keras," papar Eddy.

Tengkorak berbahan resin ini diperhalus pakai hampelas. Agar tampak rapi dan eksotis, Eddy memberi semprotan cat pada wajah kepala tengkorak. "Ini keunggulan produk helm Ghost Bikers. Biar dibikin hidup, ditambah cat airbrush dengan pilihan warna menarik," ujarnya.

Sudah 50-an model helm tengkorak yang Eddy ciptakan. Mulai tengkorak bertanduk, berambut mohawk, berkacamata hitam, dan banyak lagi. Jenisnya ada helm full face, half face dan batok.

Yang lebih unik, helm full face ala Eddy ini tampil lebih menyeramkan. Kaca pada helm tersebut diubah menjadi mata dan hidung tengkorak. Sementara bagian bawah helm dibikin bentuk gigi tengkorak yang bertaring. Alhasil, pengguna helm ini terlihat sangar.

Helm-helm ini ditawarkan Eddy beragam warna dan bentuk. Harga termurah Rp 100 ribu per buah hingga yang termahal Rp. 300 ribu per buah. "Kalau mau pesan desain atau gambar sendiri juga bisa dikerjakan," jelas Eddy yang memiliki gerai sekaligus tempat produksi di perumahan Taman Kopo Indah III, Ruko D-34.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/dip)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%