detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 01/03/2010 10:03 WIB

Mitra Arum

Terus Eksis Membuat Alat Musik Tradisional Sunda

Ema Nur Arifah - detikNews
Bandung - Edu, laki-laki berusia 34 tahun ini adalah generasi keempat Sanggar Mitra Arum, Jalan Soekarno Hatta spesialis pembuatan alat musik tradisional Sunda. Dia masih trus mempertahankan usaha warisan kakeknya ini yang sudah berjalan selama 27 tahun.

Dituturkan Edu kakeknya pertama kali membuka sanggar di tahun 1982. Kakeknya membuat beragam jenis alat kesenian tradisional Sunda yaitu perangkat gamelan seperti bonang, saron, gong, kecapi, suling, kendang, dan lain-lain.

"Dulu kakek saya buka di tahun 1982, kemudian diteruskan oleh ayah saya, turun ke kakak dan sekarang saya yang mengelola sebagai generasi keempat," ujarnya.

Kala itu, keluarga laki-laki bernama asli Edward ini bisa dibilang sebagai perintis pembuat alat musik tradisional Sunda di Jalan Soekarno Hatta. "Tapi setelah ada karyawan yang bisa dia keluar dan membuat usaha yang sama," ujar Edu.

Perajin alat kesenian Sunda pun bertambah. Kini di Jalan Soekarno Hatta saja ada sekitar 7 perajin. Untuk seluruh Bandung, Edu mengatakan juga banyak perajin alat musik tradisional namun tidak bisa memastikan jumlahnya.

Alhasil rezeki pun harus dibagi-bagi. Meski dikatakan sebagai perintis, Edu tidak lantas mengklaim tempatnya yang terbaik tapi tetap bersaing secara sehat. Bahkan bisa jadi mengajak perajin lain bekerjasama.

"Kalau ada pesanan dan saya tidak mampu mengerjakan semuanya saya ajak juga perajin yang lain," ujar Edu.

Sebaliknya, dengan bertambahnya pesaing, pesanan yang datang pada Edu juga berkurang. Namun Edu mengaku dalam satu bulan ada saja yang memesan.

"Sebulan bisa bikin lima set, tapi kalau ada pesanan 10 set gamelan juga bisa," ujarnya.

Meski tidak bisa dibilang menjanjikan, usaha pembuatan alat musik tradisional ini dikatakan Edu cenderung stabil. Terbukti dengan bertahannya Sanggar Mitra Arum sampai saat ini.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ema/avi)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%