Detik.com News
Detik.com
Senin, 01/03/2010 10:03 WIB

Mitra Arum

Terus Eksis Membuat Alat Musik Tradisional Sunda

Ema Nur Arifah - detikNews
Terus Eksis Membuat Alat Musik Tradisional Sunda
Bandung - Edu, laki-laki berusia 34 tahun ini adalah generasi keempat Sanggar Mitra Arum, Jalan Soekarno Hatta spesialis pembuatan alat musik tradisional Sunda. Dia masih trus mempertahankan usaha warisan kakeknya ini yang sudah berjalan selama 27 tahun.

Dituturkan Edu kakeknya pertama kali membuka sanggar di tahun 1982. Kakeknya membuat beragam jenis alat kesenian tradisional Sunda yaitu perangkat gamelan seperti bonang, saron, gong, kecapi, suling, kendang, dan lain-lain.

"Dulu kakek saya buka di tahun 1982, kemudian diteruskan oleh ayah saya, turun ke kakak dan sekarang saya yang mengelola sebagai generasi keempat," ujarnya.

Kala itu, keluarga laki-laki bernama asli Edward ini bisa dibilang sebagai perintis pembuat alat musik tradisional Sunda di Jalan Soekarno Hatta. "Tapi setelah ada karyawan yang bisa dia keluar dan membuat usaha yang sama," ujar Edu.

Perajin alat kesenian Sunda pun bertambah. Kini di Jalan Soekarno Hatta saja ada sekitar 7 perajin. Untuk seluruh Bandung, Edu mengatakan juga banyak perajin alat musik tradisional namun tidak bisa memastikan jumlahnya.

Alhasil rezeki pun harus dibagi-bagi. Meski dikatakan sebagai perintis, Edu tidak lantas mengklaim tempatnya yang terbaik tapi tetap bersaing secara sehat. Bahkan bisa jadi mengajak perajin lain bekerjasama.

"Kalau ada pesanan dan saya tidak mampu mengerjakan semuanya saya ajak juga perajin yang lain," ujar Edu.

Sebaliknya, dengan bertambahnya pesaing, pesanan yang datang pada Edu juga berkurang. Namun Edu mengaku dalam satu bulan ada saja yang memesan.

"Sebulan bisa bikin lima set, tapi kalau ada pesanan 10 set gamelan juga bisa," ujarnya.

Meski tidak bisa dibilang menjanjikan, usaha pembuatan alat musik tradisional ini dikatakan Edu cenderung stabil. Terbukti dengan bertahannya Sanggar Mitra Arum sampai saat ini.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ema/avi)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%