Detik.com News
Detik.com

Rabu, 17/02/2010 20:55 WIB

Dada: Banjir Akibat Bangunan Liar di Bantaran Sungai

Andri Haryanto - detikNews
Dada: Banjir Akibat Bangunan Liar di Bantaran Sungai ilustrasi
Bandung - Salah satu penyebab banjir yang akhir-akhir ini melanda Kota bandung disebut Wali Kota Bandung Dada Rosada adalah akibat pembangunan rumah di sepadan sungai. Pemkot akan tertibkan bangunan tersebut.

"Banjir diakibatkan bangunan-bangunan liar yang ada di pinggiran sungai," kata Dada seusai membuka Pesta Buku Bandung, Di Gedung Landmark, Rabu (17/2/2010).

Menurutnya, dari beberapa penghuni bangunan yang ada di sepadan sungai ada yang memiliki izin pembangunan dan juga tidak. Saat ini pemkot tengah mendata berapa penghuni yang memiliki sertifikat atau tidak.

"Akan kita tertibkan, tapi melihat mana yang mempunyai sertifikat mana yang tidak. Yang pasti yang memiliki sertifikat akan diperlakukan berbeda," ujar Dada.

Penertiban, disebutkan Dada tidak bisa dilakukan secara sekaligus. "Penertiban akan dilakukan bertahap," imbuhnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/tya)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%