Selasa, 02/02/2010 17:49 WIB

Pencuri Bersenpi Diringkus

Alan Sempat Gertak Polisi dengan Pistol Rakitan

Andri Haryanto - detikNews
Bandung - Aksi Alan Cahya (35) tersangka pencurian bermotor memang tergolong nekat. Senjata api (senpi) rakitan jenis revolver yang dibawanya dalam beraksi digunakan untuk mengancam korban. Begitu pula ke polisi yang hendak meringkusnya. Namun apes, peluru tidak berhasil meledak.

"Karena panik hendak diringkus polisi, dia (Alan) menodongkan senjata kepada anggota kita. Tapi pelurunya tidak meledak," kata Kapolsek Coblong AKP Yus Danial dalam gelar perkara di Mapolsek Coblong, Jalan Cisitu, Selasa (2/2/2010).

Menurut pengakuan tersangka, pistol rakitan berjenis revolver tersebu ia dapatkan dari penadah barang curiannya di Sukabumi.

"Harganya tiga juta rupiah," kata lelaki yang sempat berjualan buah keliling ini.

Alan mengaku saat beraksi tidak pernah menembakan peluru ke korban yang menjadi sasaran. Polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, senjata api rakitan jenis revolver, empat peluru caliber 38 milimeter, 3 buah gagang kunci letter T warna hitam, dan 5 buah mata kunci letter T.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/bbn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%