Kamis, 28/01/2010 15:16 WIB

Penumpang Meningkat, Terminal Bandara Husein Ditambah

Tendi Mahadi - detikNews
Bandung - Bandara Husein Sastranegara akan menambah terminal penumpang terkait dengan peningkatan penerbangan ke Kota Bandung. Penambahan terminal dilakukan dengan penambahan lantai terminal menjadi 2 lantai.

Hal itu diungkapkan Mulya Abdi, General Manager PT Angkasa Pura II, Bandara Hussein Sastranegara, saat ditemui wartawan, Kamis (28/1/2010).

"Selain lebih luas dan nyaman, juga agar lebih teratur," tutur Abdi.

Lantai 1, nantinya dipakai untuk terminal kedatangan, sedangkan lantai 2 untuk terminal keberangkatan. Perluasan terminal pun akan memisahkan penumpang untuk penerbangan domestik dan internasional.

Terminal di bandara ini dapat nantinya akan dapat menampung sekitar 5.200 orang. Rinciannya 3 ribu penumpang penerbangan internasional, dan sisanya penerbangan domestik. Saat ini, jumlah penumpang yang hilir mudik di bandara masih 2.200 orang.

"Itu sudah ada peningkatan signifikan dari tahun 2008 yang hanya 400 orang," jelasnya.

Selain perluasan terminal, manajemen pun berencana memperbaiki sarana parkir yang dirasa masih kurang layak.

"Bisa dilihat sendiri sekarang masih seperti apa," imbuhnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/tya)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%