Detik.com News
Detik.com

Kamis, 14/01/2010 18:34 WIB

Diduga Aliran Sesat

Pemimpin 'Surga Eden' Mengaku Tuhan

Baban Gandapurnama - detikNews
Pemimpin Surga Eden Mengaku Tuhan Kombespol Dade Ahmad
Bandung - Sebuah sekte diduga aliran sesat bernama 'Surga Eden' yang bermarkas di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memiliki seorang pemimpin yang mengaku sebagai Tuhan. Puncak pimpinan sekte tersebut diduduki pria paruh baya.

"Pimpinannya bernama Ahmad Tantowi. Usianya 57 tahun. Dia mengaku-ngaku sebagai Allah dan harus disembah oleh pengikutnya," jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad.

Hal tersebut diungkapkan Dade didampingi Direskrim Polda Jabar Kombes Pol Abdul Hakim M kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (14/1/2010).

Selain ada yang mengaku Allah, sambung Dade, ada pula pengawal sang pemimpin yang diangkat sebagai Jibril. Dia yang mengaku Jibril ini bernama Imam Junaedi (36).

Istri sang pemimpin diduga aliran sesat ini yaitu Endang (33) turut diamankan di Mapolda Jabar. "Total yang diamankan sementara ini 13 orang," ucap Dade.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/tya)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%