Kamis, 14/01/2010 17:58 WIB

Polda Jabar Gerebek Markas Sekte 'Surga Eden'

Baban Gandapurnama - detikNews
Kombespol Dade Ahmad
Bandung - Polda Jabar menggerebek markas salah satu sekte diduga aliran sesat bernama 'Surga Eden' di Desa Pamengkang, RT 5 RW 5, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/1/2010) pagi. Dalam penggerebekan yang dilakukan Sat Ops I Ditreskrim Polda Jabar, belasan diamankan dari lokasi.

"Jumlah yang diamankan sebanyak 13 orang," jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad didampingi Direskrim Polda Jabar Kombes Pol Abdul Hakim M kepada wartawan di Mapolda Jabar.

Untuk kepentingan penyidikan, kata Dade, mereka langsung diperiksa di Mapolda Jabar. "Yang diamankan itu terdiri dari wanita dan pria," kata Dade. Menurut Dade, pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya suatu kelompok yang diduga aliran sesat. Berdasarkan informasi tersebut, polisi segera bertindak.

Di dalam sebuah rumah itu polisi mendapati 13 orang. Selanjutnya mereka diboyong ke Mapolda Jabar untuk dimintai keterangan.

"Kelompok ini bernama 'Surga Eden'. Saat tadi pun penggerebekan disaksikan langsung oleh Kepala Desa setempat," ujar Dade.

Barang bukti yang disita dari markas tersebut antara lain satu bundel panduan 'Surga Eden', satu kitab injil, foto-foto bugil pengikut dan tiga roll negativ film. Berdasasarkan informasi yang dihimpun, sekte 'Surga Eden' ini dipimpin seorang pria.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/tya)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%