detikcom
Selasa, 29/12/2009 12:54 WIB

Senapan Angin untuk Para Pemburu

Ema Nur Arifah - detikNews
Bandung - Pemanfaatan senapan angin biasanya untuk membasmi hama sejenis tupai di daerah perkebunan atau untuk yang memiliki hobi berburu. Berbahan baku utama besi dan kayu mahoni untuk pegangan.

Ada tiga jenis senapan angin yaitu jenis per, pompa dan PCP. Menurut pengusaha senapan angin R Ade Supriatna Pipik (56) ketiga jenis senapan angin tersebut waktu pembuatannya berbeda-beda.

Untuk jenis per, penggunaan dan pembuatannnya lebih praktis. Per dua minggu, diakui Pipik dirinya bisa membuat 10 unit. Sedangkan untuk jenis pompa, 10 unit baru bisa dibuat per 5 minggu. Terakhir, pembuatan jenis PCP lebih lama lagi. Dalam waktu dua minggu hanya bisa satu unit senapan.

"Harganya pun tentu berbeda. Dari mulai Rp 200 ribu untuk yang biasa sampai Rp 6,5 juta untuk jenis PCP," jelas Pipik.

Mahalnya senapan jenis PCP, selain karena lama pembuatan, bahan-bahan yang digunakan juga lebih berkualitas dan pengerjaannya dilakukan lebih hati-hati dan detil. Sebab jenis PCP ini menurut Pipik memiliki risiko yang tinggi. Di mana angin disimpan di dalam tabung dengan kepadatan yang tinggi. Jika senapan tidak dibuat dari bahan yang berkualitas, dikhawatirkan sewaktu-waktu akan meledak.

Namun dari sisi penggunaan, PCP lebih enak karena sekali mengisi angin bisa beberapa kali melontarkan tembakan. Sementara jenis pompa melontarkan tembakan lebih sedikit dan jenis per, hanya satu kali.

Pipik berharap bisa menjangkau pemasaran ke berbagai pelosok di Indonesia. Apalagi untuk daerah-daerah perkebunan yang rawan hama.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ema/ern)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%