detikcom
Senin, 23/11/2009 09:17 WIB

Miniatur Pesawat Made in Cimahi

Replika Pesawat Terbang Made in Cimahi video foto

Ema Nur Arifah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Kedekatan Deden Sopian (40) pada dunia penerbangan, memberikannya ide membuat usaha pembuatan miniatur pesawat terbang. Usaha yang sudah berjalan selama empat tahun ini, sudah mendapatkan pengakuan dari Pemkot Cimahi, dan hampir dinobatkan sebagai kerajinan khas Cimahi.

Ide tersebut berawal saat Deden melihat souvenir pesawat terbang yang terpajang di Bandara Husein Sastranegara, tempatnya bekerja sehari-hari sebagai teknisi.

Deden, yang saat itu juga bergelut dalam usaha konveksi baju-baju penerbangan, tergerak untuk mencicipi usaha membuat replika pesawat terbang. Padahal, ayah dua anak ini mengaku sama sekali tidak tahu menahu tentang pembuatan miniatur pesawat terbang.

"Saya tanya sana sini tentang pembuatan replika pesawat terbang," tutur Deden saat ditemui di rumahnya sekaligus tempat workhsop di Jalan Cisangkan Hilir 202 Padasuka Cimahi. Termasuk bertanya pada toko kimia. Dari sana Deden disarankan untuk menggunakan bahan resin.

Memang membutuhkan waktu. Deden harus melalui eksperimen-eksperimen yang awalnya melahirkan kegagalan. "Terutama dalam membuat cetakannya susah," ujar lulusan STM penerbangan ini. Selain itu modal yang harus dikeluarkan untuk eksperimen juga cukup besar sekitar Rp 500 ribu.

Bekal pengalaman sebagai teknisi di sebuah maskapai penerbangan yang pernah digelutinya selama beberapa tahun, setidaknya memberikan Deden gambaran. Waktu yang dihabiskan untuk eksperimen pun tidak terlalu lama. Deden akhirnya bisa membuat cetakan sendiri yang dibuatnya dari bahan silikon.

Dibantu dengan beberapa saudara, Deden kemudian secara serius terjun mengembangkan usahanya dengan mengambil nama anak pertamanya, Tiara Collection. Dalam satu minggu Deden bisa menghasilkan 40 buah pesawat dalam empat jenis yaitu boeing, CN, helikopter dan foker 100.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(ema/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%