Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,834.000
-
Rp 3,253.000
Berita Lain
-
Sabtu, 18/05/2013 15:38 WIB
106 PNS Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Simpatik Lodaya -
Sabtu, 18/05/2013 13:26 WIB
Istri Minta Dada Rosada Jangan Mangkir Diperiksa KPK -
Sabtu, 18/05/2013 12:09 WIB
Usai Rumah Digeledah KPK, Dada Absen Buka Bandung Fashion -
Jumat, 17/05/2013 17:57 WIB
Kecelakaan Kerja, 2 Pekerja Hotel Pullman di Dago Patah Tulang -
Jumat, 17/05/2013 15:45 WIB
2 Periode Kepemimpinan Dada Rosada, Alokasi APBD Tidak Proporsional -
Jumat, 17/05/2013 15:41 WIB
KPK Diduga Geledah Kamar Tidur Dada Rosada di Pendopo
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Rabu, 18/11/2009 10:13 WIB
Komunitas Maju Pesat, Petinggi OpenSolaris Datangi Bandung
Andrian Fauzi - detikBandung
Bandung -
Komunitas OpenSolaris di Indonesia berkembang sangat pesat. Dalam waktu dua tahun, lebih dari seribuan anggota sudah terdaftar. Inilah yang membuat petinggi OpenSolaris menjenguk anak binaanya di Jakarta dan Bandung.
Sejak 2 tahun lalu OSUG (OpenSolaris User Group) Indonesia terkonsentrasi di Jakarta. Tapi sejak akhir 2008 mulai bermunculan OSUG daerah. Yogyakarta, Surabaya, dan Malang menjadi kota yang pertama mendeklarasikan OSUG daerah. Disusul pada awal dan pertengahan 2009, OSUG Bandung dan Medan.
Hal ini yang membuat Jim Grisanzio, Senior Program Manager OpenSolaris Engineering, berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Jim mendatangi dua kota yakni Jakarta dan Bandung.
"Perkembangan komunitas OpenSolaris yang luar biasa di Indonesia menarik perhatiannya. Karenanya kita gelar 'OpenSolaris Day' di dua kota ini," ujar Alex Budiyanto, Open Source University Meetup (OSUM) Community Manager, Sun Microsystems Indonesia usai 'OSUG Bandung Meeting' di Garasi Detikbandung, Jalan Lombok 33, Selasa (17/11/2009) malam.
Hujan yang terus mengguyur Bandung, tidak menyurutkan semangat mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Institut Teknologi Telkom (ITT) dan beberapa orang dari profesional untuk bertemu dan berdiskusi dengan Jim. Padahal sebelumnya, Jim menjadi pembicara dalam 'OpenSolaris Day' di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB).
Tak hanya berdiskusi tentang bagaimana membangun sebuah komunitas, pria berkewarganegaraan Amerika Serikat ini juga memberikan tips dan trik ngeblog. Menurut Jim, alangkah lebih baiknya jika blog ditulis dalam bahasa internasional, bahasa Inggris.
"Blog dalam bahasa inggris. Karena itu yang akan membuatmu terkenal seluruh dunia. Semua orang di seluruh dunia akan mengetahui dirimu," paparnya yang juga seorang blogger yang paling aktif memposting tulisan di kalangan petinggi OpenSolaris.
Pria yang saat ini berdomisili di Tokyo pun berkali-kali mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan komunitas open source, khususnya OpenSolaris di Indonesia. Diujung acara yang berakhir hingga larut malam ini pun dipergunakan oleh 30-an peserta 'Meeting OSUG Bandung' untuk berfoto bersama.
(afz/ern)
Komunitas Maju Pesat, Petinggi OpenSolaris Datangi Bandung
Andrian Fauzi - detikBandung
Sejak 2 tahun lalu OSUG (OpenSolaris User Group) Indonesia terkonsentrasi di Jakarta. Tapi sejak akhir 2008 mulai bermunculan OSUG daerah. Yogyakarta, Surabaya, dan Malang menjadi kota yang pertama mendeklarasikan OSUG daerah. Disusul pada awal dan pertengahan 2009, OSUG Bandung dan Medan.
Hal ini yang membuat Jim Grisanzio, Senior Program Manager OpenSolaris Engineering, berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Jim mendatangi dua kota yakni Jakarta dan Bandung.
"Perkembangan komunitas OpenSolaris yang luar biasa di Indonesia menarik perhatiannya. Karenanya kita gelar 'OpenSolaris Day' di dua kota ini," ujar Alex Budiyanto, Open Source University Meetup (OSUM) Community Manager, Sun Microsystems Indonesia usai 'OSUG Bandung Meeting' di Garasi Detikbandung, Jalan Lombok 33, Selasa (17/11/2009) malam.
Hujan yang terus mengguyur Bandung, tidak menyurutkan semangat mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Institut Teknologi Telkom (ITT) dan beberapa orang dari profesional untuk bertemu dan berdiskusi dengan Jim. Padahal sebelumnya, Jim menjadi pembicara dalam 'OpenSolaris Day' di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB).
Tak hanya berdiskusi tentang bagaimana membangun sebuah komunitas, pria berkewarganegaraan Amerika Serikat ini juga memberikan tips dan trik ngeblog. Menurut Jim, alangkah lebih baiknya jika blog ditulis dalam bahasa internasional, bahasa Inggris.
"Blog dalam bahasa inggris. Karena itu yang akan membuatmu terkenal seluruh dunia. Semua orang di seluruh dunia akan mengetahui dirimu," paparnya yang juga seorang blogger yang paling aktif memposting tulisan di kalangan petinggi OpenSolaris.
Pria yang saat ini berdomisili di Tokyo pun berkali-kali mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan komunitas open source, khususnya OpenSolaris di Indonesia. Diujung acara yang berakhir hingga larut malam ini pun dipergunakan oleh 30-an peserta 'Meeting OSUG Bandung' untuk berfoto bersama.
(afz/ern)

Sending your message