Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 3,253.000
-
Rp 2,833.000
Berita Lain
-
Rabu, 21/11/2012 14:37 WIB
Sticky, Permen Tradisional Handmade yang Unik -
Rabu, 21/11/2012 10:05 WIB
Risoles Kriuk Diminati Warga Mancanegara -
Rabu, 21/11/2012 09:20 WIB
Sensasi Renyah dan Lembut Risoles Kriuk -
Jumat, 09/11/2012 12:37 WIB
Sensasi Panas Dingin Es Krim Goreng -
Rabu, 07/11/2012 08:19 WIB
Stroop Wafel, Camilan Manis Khas Belanda -
Selasa, 04/09/2012 09:05 WIB
Dingin-dingin Kenyal Mochi Isi Es Krim
Indeks Berita
Forum Bandung
Thread Pilihan

Senin, 06/05/2013 13:32 WIB
Ini Cara Asyik Belajar Sejarah Kota Bandung
Posted : aidiralazuardi
Senin, 09/11/2009 08:59 WIB
Gehu Lada
Sensasi Baru Menyantap Gehu
Ema Nur Arifah - detikBandung
Bandung -
Gehu, kenal dengan gorengan yang satu ini? Tentu saja, adonan terigu dengan isian tahu dan tauge ini bukan lagi makanan yang asing untuk warga Bandung. Tapi mungkin belum semua merasakan inovasi baru dari gehu yang kini mulai naik pamor. Namanya gehu lada.
Dari namanya sih sudah bisa diperkirakan, isiannya bukan cuma gehu tapi ada campuran cabe rawit pedas yang bisa membuat lidah meledak. Gehu yang dijual di roda ini tersebar di tujuh titik di Bandung.
Antara lain di Paskal Hyper Square, lalu di Jalan Jakarta, Jalan Dipatiukur, Jalan Ujung Berung , Jalan Riau, Griya Kiaracondong dan Jalan Buah Batu. Kali ini, saya berkesempatan untuk mengunjungi roda Gehu Lada di Jalan Jakarta yang berada di sekitar Swalayan Borma.
Penjualnya, Sisil, menuturkan gehu lada ini muncul akhir tahun 2008. Menurutnya, pencetusnya adalah Yeyen, warga Riung Bandung. Awalnya Yeyen memang melihat kesuksesan gehu pedas yang sudah muncul sebelumnya.
Yeyen pun terpikir untuk membuat usaha serupa tapi tak sama. Akhirnya terciptalah menu gehu lada yang memang beda. Pertama kali melihat, pastinya pembeli tidak menyangka kalau makanan yang dijual adalah gehu.
Bagaimana tidak, tampak luar gehu lada malah mirip risoles karena tidak dibungkus dengan terigu tapi diselimuti kulit lumpia yang digulingkan di atas tepung panir, mirip dengan adonan risoles.
"Bu yeyen ingin sesuatu yang beda maka diciptakanlah gehu tapi
dibungkus kulit lumpia dan tepung panir," tutur Sisil, perempuan asli Medan ini.
Pertama kali gehu lada ini dijual di Paskal Hyper Square. Melihat respon pasar yang positif, akhirnya roda-roda gehu lada pun disebar ke berbagai titik di Bandung. Di Gehu Lada Jalan Jakarta ini misalnya, bisa menjual sampai 200 sampai 300 buah per harinya.
Di Jalan Jakarta, Gehu Lada baru buka pukul 12.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. Biasanya menurut Sisil, pembeli paling ramai saat waktu pulang kerja pukul 17.00 WIB. Karena, roda Gehu Lada berada tepat di pinggir Jalan Jakarta sehingga memudahkan para pembeli khususnya yang menggunakan kendaran pribadi untuk mampir.(ema/avi)
Gehu Lada
Sensasi Baru Menyantap Gehu
Ema Nur Arifah - detikBandung
Dari namanya sih sudah bisa diperkirakan, isiannya bukan cuma gehu tapi ada campuran cabe rawit pedas yang bisa membuat lidah meledak. Gehu yang dijual di roda ini tersebar di tujuh titik di Bandung.
Antara lain di Paskal Hyper Square, lalu di Jalan Jakarta, Jalan Dipatiukur, Jalan Ujung Berung , Jalan Riau, Griya Kiaracondong dan Jalan Buah Batu. Kali ini, saya berkesempatan untuk mengunjungi roda Gehu Lada di Jalan Jakarta yang berada di sekitar Swalayan Borma.
Penjualnya, Sisil, menuturkan gehu lada ini muncul akhir tahun 2008. Menurutnya, pencetusnya adalah Yeyen, warga Riung Bandung. Awalnya Yeyen memang melihat kesuksesan gehu pedas yang sudah muncul sebelumnya.
Yeyen pun terpikir untuk membuat usaha serupa tapi tak sama. Akhirnya terciptalah menu gehu lada yang memang beda. Pertama kali melihat, pastinya pembeli tidak menyangka kalau makanan yang dijual adalah gehu.
Bagaimana tidak, tampak luar gehu lada malah mirip risoles karena tidak dibungkus dengan terigu tapi diselimuti kulit lumpia yang digulingkan di atas tepung panir, mirip dengan adonan risoles.
"Bu yeyen ingin sesuatu yang beda maka diciptakanlah gehu tapi
dibungkus kulit lumpia dan tepung panir," tutur Sisil, perempuan asli Medan ini.
Pertama kali gehu lada ini dijual di Paskal Hyper Square. Melihat respon pasar yang positif, akhirnya roda-roda gehu lada pun disebar ke berbagai titik di Bandung. Di Gehu Lada Jalan Jakarta ini misalnya, bisa menjual sampai 200 sampai 300 buah per harinya.
Di Jalan Jakarta, Gehu Lada baru buka pukul 12.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. Biasanya menurut Sisil, pembeli paling ramai saat waktu pulang kerja pukul 17.00 WIB. Karena, roda Gehu Lada berada tepat di pinggir Jalan Jakarta sehingga memudahkan para pembeli khususnya yang menggunakan kendaran pribadi untuk mampir.(ema/avi)

Sending your message