Rabu, 17/06/2009 09:56 WIB

Liburan, Karang Setra Diserbu video foto

Ema Nur Arifah - detikNews
Bandung - Riuh rendah suara bocah beradu dengan dengan cipratan air di kolam berwarna biru. Area kolam renang di atas lahan seluas 1,9 hektar itu begitu ramai. Tampak tak hanya anak kecil, satu anggota keluarga bahkan kumpulan orang dewasa sekalipun tak enggan untuk bersukacita.

Begitulah suasana Kolam renang Karang Setra atau sekarang disebut Karang setra Water Land saat liburan sekolah. Lebih marak. Masyarakat datang dari berbagai tempat. Bukan hanya Kota Bandung tapi luar kota Bandung.

Tampak bis-bis pariwisata berjejer di tempat parkir. Atau angkot-angkot bookingan yang juga memadati area parkir, menunggu para penumpangnya usai berenang.

Semua tempat wisata termasuk Karang Setra Water Land memang menjadi incar selama liburan sekolah. Namun menurut Marketing Coordinator Karang Setra Water Land Asep Hendarsah seminggu menjelang liburan pun pengunjung sudah mulai mengalami kenaikan.

Diperkirakan hari-hari biasa tiket yang terjual bisa mencapai 800 tiket. "Kalau masa liburan naik sekitar 20 persennya," ujar Asep. Pengunjung akan terus bertambah sampai hari terakhir liburan.

Kenaikan pada masa liburan ini, lanjut Asep belumlah seberapa jika dibandingkan dengan libur hari raya lebaran yang bisa naik sampai 50 persennya.

Karang Setra Water Land sendiri menargetkan setiap tahunnya akan ada kenaikan pengunjung sebanyak 8 persen. Namun Asep meragukan hal itu akan terjadi pada tahun ini. Karena sampai bulan keenam jumlah pengunjung bisa dibilang stagnan. "Mungkin karena kondisi ekonomi makro yang sedang lemah saya ragu pesimis pengunjung akan mengalami kenaikan," ujarnya.

Ditambahkan Asep, dari keseluruhan pengunjung sekitar 45 persennya adalah pelajar dari tingkat SD sampai SMP. Selebihnya tentu saja keluarga dan masyarakat umum.




Ngobrol asyik tempat-tempat wisata Bandung di Forumbandung, ayo gabung!

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ema/tya)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
86%
Kontra
14%