detikcom

Selasa, 10/03/2009 08:15 WIB

Ferry Kurnia Rizkiansyah

Tampil Sejak Kecil Sampai Jadi Anggota KPU Termuda

Iwan Kurniawan - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Untuk menjadi pemimpin butuh aktivitas dan pengalaman di luar pendidikan formal. Ini yang dirasakan Ketua KPU Jawa Barat, Ferry Kurnia Rizkiansyah. Sejak SMP, Ferry selalu tampil sebagai pemimpin juga aktif bergaul dan berorganisasi.

Ayah Ferry, Cholid Zawawi, hanyalah seorang guru SMP, dan ibunya Rike Sri Sunarisasi membuka warung kelontong di depan rumah. Secara ekonomi, keluarganya tergolong pas-pasan. Sering Ferry kecil meminta dibelikan sesuatu kepada ayahnya, namun tidak pernah dipenuhi.

"Biasa kelakuan anak kecil, merengek-rengek minta dibelikan mainan, tapi kondisi ayah saya yang hanya guru SMP, jadi tidak pernah dibelikan," ujar Ferry kepada detikbandung saat ditemui di ruangan kerjanya, Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, akhir pekan lalu.

Bakat kepemimpinan Ferry sudah terlihat sejak SMP. Ia menjadi ketua OSIS SMP Negeri Buahbatu 1 dan selanjutnya menjadi sekretaris Majelis Permuswaratan Kelas di SMA Negeri 8 Bandung.

"Saya sudah suka mengikuti berbagai organisasi semenjak SMP," ujarnya.

Setelah lulus SMA, pria kelahiran Bandung, 21 Februari 1975 ini kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (FISIP Unpad). Memasuki bangku kuliah, Ferry semakin aktif berorganisasi baik di internal kampus maupun LSM.

"Saya percaya, kampus hanya mengajarkan 30% ilmu yang saya dapatkan, 70% ilmu lainnya saya dapatkan di lapangan dan organisasi," ujarnya.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lom/lom)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
73%
Kontra
27%