Rabu, 31/12/2008 10:12 WIB

Nakis Barli : Melukis itu Harus Happy

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Nakisbandiah (67) merupakan istri dari maestro pelukis Indonesia Barli Sasmitawinata. Sebelum mengenal Barli, Nakis tidak tahu menahu tentang dunia melukis. Namun setelah menikah dengan Barli pada tahun 1992, Nakis mulai tertarik untuk mencoba melukis. "Karena sering menemani bapak melukis dan pameran, saya kok jadi senang dan mulai coba-coba melukis," ceritanya.

"Bapak itu mengajar saya tidak dengan harus begini dan begitu. Bapak hanya memberi saya kanvas dan langsung melepas saya untuk melukis begitu saja," tambahnya lagi. Jika ada yang salah atau kurang, barulah nanti Barli yang memperbaiki.

Nakis masih ingat saat pertama melukis di taman Museum Barli. "Bapak waktu itu melukis di atas lalu menyuruh saya melukis di taman," katanya. Almarhum Barli saat itu selalu membesarkan hati Nakis dengan mengatakan lukisannya bagus. Sehingga Nakis pun bersemangat untuk terus melukis.

Melukis bagi Nakis Barli adalah sebuah sarana pengekspresian diri atas keinginan, cita-cita, suasana dan emosi. Dalam melukis, Nakis yang merupakan Ibu dari 3 orang putri dengan 7 cucu ini paling banyak mengambil tema Ibu dan anak atau bunga. "Mungkin karena naluri Ibu yang ada pada diri saya, saya sering melukiskan ekspresi seorang Ibu dengan anaknya," terangnya.

Nakis yang biasa melukis pada malam hari ini sering mendapatkan ilmu-ilmu yang berharga dari Almarhum suaminya itu. "Melukis itu harus dengan perasaan happy," katanya. Karena, menurutnya, hasil lukisan akan memancarkan suasana hati pelukisnya.

Nakis selalu melihat Barli saat itu selalu melukis dengan perasaan gembira. " Saya tidak akan melukis jika hati saya tidak happy. Karena ada orang yang sedang ruwet melukis dan hasil lukisannya jadi terkesan buram," terangnya.

Perjalanan Nakis dalam dunia lukis Indonesia semakin diakui dengan terpilihnya Nakis sebagai Ketua Umum Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) cabang Jawa Barat pada tahun 1999 yang kemudian selalu terpilih menjadi ketua sampai sekarang. Adapun dasar pendirian IWPI adalah untuk mewadahi wanita dengan hobi yang sama yaitu melukis. "Dengan membentuk suatu lembaga yang dapat saling mengisi dengan ilmu pengetahuan dengan diharapkan dapat membentuk wanita pelukis yang profesional" katanya.

Kini kegiatan sehari-hari Nakis adalah mengurus IWPI Jabar dan juga mengelola Bale Seni Barli (BSB) yang berada di Kota Baru Parahyangan. Bale Seni Barli merupakan amanat yang diberikan Alm. Barli Sasmitawinata sebelum meninggal dunia pada 2007 lalu. Nakis berharap dapat terus menurunkan dan mengamalkan ilmu seni Barli pada generasi penerus. Sehingga kemudian akan lahir Barli-Barli yang baru.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%