Jumat, 05/09/2008 14:31 WIB

Kursus Gratis di Crayon's Craft

Ema Nur Arifah - detikNews
Bandung - Seorang ibu datang memasuki Crayons Craft & Co di Jalan Aceh 15. Dia bertanya tentang kursus sulam pita yang diadakan di tempat itu. Pemilik Crayon, Syumeiraty Rashando yang akrab disapa Yoyong langsung mengantarkannya ke gedung belakang Crayons.

Dari lantai satu terlihat beberapa orang yang tengah melakukan sulam pita. Berada di deretan bahan-bahan kerajinan yang tumpah ruah di lantai dari mulai benang sulam, manik-manik, kain, juga aneka bunga-bunga kering dan lain-lain.

Naik ke lantai atas, lebih banyak lagi perempuan-perempuan yang asyik bermain dengan jarum dan benang rajut. Tak hanya rajut juga masih ada yang sulam pita dan membuat clay miniatur.

"Kalau hari-hari biasa sekitar 30-an sedangkan hari libur sekitar 40-50 orang," tutur Yoyong.

Keinginan untuk berbagi ilmu menjadi niatan awal pemilik Crayons Craft & Co Syumeiraty Rashando yang akrab disapa Yoyong untuk membuka kursus di tempatnya.

Yoyong tidak memasang tarif untuk setiap kursus yang diadakannya. Namun para peserta harus membeli barang-barang perlengkapan kursus minimum Rp 100 ribu. Peserta kursus hanya tinggal memberikan tips seikhlasnya kepada pelatih kursus yang sebelumnya sudah ditraining oleh Yoyong.

"Sebelumnya saat di Istana Plaza saya memberikan biaya kursus karena biaya sewa di sana cukup mahal. Tapi sekarang tidak, hanya memberikan tips saja untuk para pelatihnya," ujar wanita kelahiran Bandung 1976 ini.

Selain merajut kursus-kursus yang bisa diikuti antara lain sulam pita, sulam payet, tating, aksesoris manik, paper tole, origami, bunga stocking, boneka kawat, boneka pom pom, menghias toples Lebaran, melipat uang mahar dan lain-lain. Anda tertarik?

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ema/afz)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
83%
Kontra
17%