Detik.com News
Detik.com

Senin, 02/06/2008 14:49 WIB

Daftar Kuota Calon Haji Kota/Kabupaten di Jawa Barat

Andrian Fauzi - detikNews
Daftar Kuota Calon Haji Kota/Kabupaten di Jawa Barat
Bandung - SK bernomor 451 14/Kep.283-Yansos/2008 tentang penetapan kuota haji kabupaten kota tahun 1429 H/2008, membatasi jumlah calon haji untuk masing-masing kota dan kabupaten di Jabar.

Berikut rincian kuota tiap kota/kabupaten

  1. Kota Bandung 2.648
  2. Kota Bogor 754
  3. Kota Sukabumi 231
  4. Kota Cirebon 254
  5. Kabupaten Bogor 3815
  6. Kabupaten Sukabumi 1939
  7. Kabupaten Cianjur 1991
  8. Kabupaten Bekasi 1780
  9. Kabupaten Karawang 1766
  10. Kabupaten Subang 1387
  11. Kabupaten Purwakarta 806
  12. Kabupaten Bandung 3862
  13. Kabupaten Sumedang 1047
  14. Kabupaten Garut 2045
  15. Kabupaten Tasik 1550
  16. Kabupaten Ciamis 1325
  17. Kabupaten Cirebon 2233
  18. Kabupaten Kuningan 953
  19. Kabupaten Indramayu 1567
  20. Kabupaten Majalengka 1090
  21. Kota Bekasi 1974
  22. Kota Depok 1203
  23. Kota Tasik 476
  24. Kota Cimahi 515
  25. Kota Banjar 155

Total kuota calon haji Jawa Barat 2008 = 37.366

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(lom/lom)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%