DetikNews
Jumat 29 Agustus 2014, 00:00 WIB

Inilah Alasan Urgensi Revitalisasi Teluk Benoa

- detikNews
Inilah Alasan Urgensi Revitalisasi Teluk Benoa
Jakarta -

Reklamasi Teluk Benoa menjadi bahan pembicaraan hangat di Bali. Ada pihak yang menolak dan banyak pula yang mendukung. Yang menolak menilai reklamasi akan merusak lingkungan, namun yang pro justeru menilai reklamasi justeru memperluas kawasan terbuka hijau dan menyelamatkan hutan mangrove.

Realitas pembangunan yang terus meningkat di kawasanTeluk Benoa, terutama sejak terbangunnya jalan tol, meronakan degradasi lingkungan hidup perairan Teluk Benoa. Hal ini menuntut adanya revitalisasi guna pemulihan dan peningkatan nilai ekologi, sosial budaya dan ekonomi kawasan.

Berikut inilah lima alasan urgensi revitalisasi Teluk Benoa menurut Prof. Dr. Ir. Dietrich Geoffrey Bengen DEA , yang menjabat sebagai Ketua Tim Ahli KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan) sekaligus Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB serta Ahli Pengelolaan Pesisir

① SEHATNYA HUTAN MANGROVE

Mempertahankan kesehatan dan kualitas hidup hutan mangrove sebagai ikon ruang terbuka hijau Teluk Benoa. Pendangkalan yang berlanjut dapat memusnahkan hutan mangrove akibat terhambatnya limpasan air laut yang sangat dibutuhkan oleh mangrove, dan terakumulasinya bahan pencemar dari daratan melalui aliran-aliran sungai yang tidak dapat digelontorkan keluar teluk.

② TERCEGAHNYA BANJIR

Pendalaman dan penambahan alur lintasan air (kedalaman sekurangnya – 2,0 meter) sangat diperlukan untuk mencegah banjir, terutama pada musim penghujan dan saat air laut pasang, serta mengencerkan dan menggelontorkan bahan pencemar yang masuk ke teluk sehingga dapat mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup perairan teluk sebagai estuaria yang unik dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

③ BERTAMBAHNYA RUANG TERBUKA HIJAU

Sekitar 800 hektar dari seluas 1.400 hektar perairan Teluk Benoa yang optimal direvitalisasi, sekitar 40 persen (320 hektar) diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau sehingga meningkatkan kealamiahan kualitas lingkungan hidup Teluk Benoa, dan selebihnya sekitar 480 hektar dirancang terbangun harmoni dengan mozaik alam dan sosial-budaya masyarakat Bali.

④ MENINGKATNYA AKTIVITAS SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI MASYARAKAT

Revitalisasi akan mempertahankan dan melindungi kehidupan sosial-budaya dan ekonomi masyarakat. Akses nelayan ke lokasi penangkapan akan dapat dilakukan setiap saat, membuka peluang berusaha bagi masyarakat dalam aktivitas wisata bahari yang cenderung semakin menyusut akibat degradasi lingkungan, melindungi masyarakat dari kemungkinan bencana alam.

⑤ TERPULIHKANNYA KAWASAN KONSERVASI PULAU PUDUT

Tidak dapat dipungkiri rona kawasan konservasi PulauPudut seluas sekitar 8 hektar pada awalnya dan kini hanya tersisa sekitar 1 hektar, berada dalam ancaman abrasi dan degradasi lingkungan yang sangat mengkhawatirkan, padahal kawasan ini memiliki nilai historis ekologi dan sosial-budaya yang tinggi. Revitalisasi berbasis konservasi urgen dilakukan agar dapat memulihkan dan meningkatkan nilai guna PulauPudut dan kawasan perairan sekitarnya seperti sediakala.


(adv/adv)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed